Dulu ogah sekarang nambah

Pernah gak sih kalian waktu kecil merasa suatu jenis makanan atau minuman dan rasanya aneh banget menurut kalian? Sampai akhirnya cuma kalian doang yang ga makan makanan tersebut sedangkan orang sekitar kalian, teman atau keluarga, sedang lahap makan makanan tersebut. Aku pernah! Tapi seperti menjilat ludah sendiri justru sekarang makanan - makanan yang dulunya ogah aku makan karena ga suka sama rasanya justru jadi salah satu makanan yang bikin pengen lagi. 

Berikut ini makanan yang dulunya aku ogah eh sekarang malah nambah..

1. Mie Ayam

Mie Ayam Mangkok Serayu, Purwokerto

Ada kenangan banget pertama kali coba mie ayam itu sekitar umur 7 tahun. Di pinggir jalan ketika para ibu -ibu lagi ngidam makanan ini. Masuklah aku bersama ibu dan tante - tante aku ke warung mie ayam langganan tante yang katanya enak dan pedasnya nendang. Aku tanya ke ibu "mie ayam itu kaya gimana sih bu?". Ibu jawab, "sama aja kaya indomie tapi ada ayamnya". Akhirnya aku ikut dipesankan satu mangkuk.

Saat pesanan ditaruh diatas meja, aku excited banget karena mienya lebih banyak dari indomie. Dalam hati "yes makan mie banyak". Satu suap.. dua suap... Lalu berhenti. Hiks rasanya kok beda sama indomie.... Mungkin saat itu karena tekstur mienya yang lebih lembek, ditambah bumbu ayam yang buat jadi manis berbeda dengan indomie yang sangat savory. Akhirnya semenjak itu aku pun ga tertarik makan mie ayam lagi.

Tapi sekarang sudah berbeda! Diantara mie ayam yang pernah aku makan, ada satu tempat jualan mie ayam yang enak banget ga ketolong. Lokasinya di perempatan Jl. Sabang, Jakarta Pusat. Persis di pengkolan jalan, samping Pospol Sabang / Nasi Padang Garuda, serong sebrang Irjen BPN. Namanya Bakmie Ayam Semarang

Harga seporsi komplitnya untuk sekarang seharga 20 ribu rupiah. Rasanya ga akan mengecewakan sama sekali, dijamin! 

2. Susu Vanilla


Kok gini sih rasanya😭, lagi - lagi aku mengeluh karena suatu rasa. Terbiasa dari kecil minum susu instan rasa coklat ketika suatu hari ikutan saudara sepupu minum susu S-26 rasa vanilla, aku langsung kapok. Suatu hari pernah juga paman bawakan susu bear brand, katanya biar cepat sembuh. Kebetulan saat itu aku sedang demam. Bukannya sembuh, tapi berakhir muntah karena rasanya yang jauh lebih hambar dibandingkan susu vanilla lainnya.

Eits, tapi itu dulu.. namanya anak kecil maunya yang flavory kan. Beranjak dewasa, akhirnya aku mulai membiasakan coba - coba susu vanilla ultra milk. Sampai akhirnya jadi kebiasaan beli satu bungkus di pagi hari sebelum kuliah dimulai. Tidak hanya itu, bear brand pun sekarang jadi salah satu susu favorit kalau badan sedang tidak fit. Karena rasa dari susunya itu tidak membuat mual, hahaha dunia kebalik ya.

3. Asinan Sayur

photo credit : merdeka.com

Makanan asal Betawi ini dikenalkan kepadaku suatu hari. Di pikiranku waktu itu "oh pasti rasanya asin, yes!". Sehubungan aku sangat suka makanan yang asin - asin, aku penasaran banget sama makanan ini. Sampai akhirnya pesanan asinan ini sampai di rumah. Setelah bungkus dibuka, bahan ditaruh di piring, kerupuk diretak sampai kecil, lalu di guyur kuah diatasnya, aku pun ambil sendok untuk menyeruput rasa kuahnya. Slurrpp.... Lalu hening. Ah mungkin kurang banyak ambil kuahnya.. Aku suap kembali kuahnya kali ini bersamaan dengan tahunya. Nyam..... Lalu hening dan aku pun balikkan posisi sendok sambil menyandarkannya di pinggir piring. "Ada apa? Ga suka?", tanya Ibu. "Kok rasanya begitu Bu, kok ga asin?", tanya aku dengan polos dan hati kecewa.

Ternyata setelah dewasa bahwa cita rasa asinan itu memang kompleks banget. Mulai dari bumbu kuah kacangnya, cuka, gurih dari kerupuk, tahu, tauge, salada, kacang, dan semua isi dari asinan itu sendiri memang tidak ada yang selaras. Namun karena itulah asinan ini makanan yang bikin mata segar dan nagih untuk jadi cemilan santai.

4. Sop Kambing

photo credit: detikFood

Ketika sedang kumpul keluarga tercetuslah "yuk makan satai disana". Sekeluarga besar pun menuju suatu lokasi tempat makan khusus satai yang terdekat dan katanya enak. Sampai disana, dipesanlah ini itu. Ada yang pesan ayam, kambing, sop tambah nasi tidak lupa es jeruk dan teh manis. Aku yang saat itu tidak mengerti hanya terima jadi saja. Saat pesanan sudah matang, aku pun comot satu tusuk satai ayam, enak. Lalu aku comot satu tusuk satai kambing, mau coba ah. Wleeee... huek.... kok bauuuuuu. Langsung aku buru - buru ambil gelas tes manis aku. "Ga enak yah, bau",  kataku ke ayah. 

Seperti layaknya ibu - ibu Asia lainnya, ibu pun berkata "makan nasinya jangan pakai satainya aja, nih kasih kuah sop, biar ada kuah - kuahnya". Aku pun menyodorkan piring nasiku untuk diguyuri kuah yang katanya "sop". Ketika piring aku taruh di depanku kembali, kok ada bau kambingnya lagi ya.. oh mungkin karena satai kambing yang di depan ini kali ya. Kemudian aku suapkan satu nasi berkuahku dengan satu potong satai ayam yang sudah dilepas dari tusuknya. ASDFGHLJKLRHBAKDJO KENAPA RASA KAMBING. Ternyata yang dimaksud sop itu adalah sop kambing.

Trauma dengan bau - bau kambing yang tidak bisa aku toleransi, yang mungkin banyak dari kalian juga merasakan hal yang sama denganku, aku pun tidak pernah menyentuh sop kambing ataupun satai kambing selama belasan tahun. Sampai akhirnya, suatu saat aku mencoba kembali sop kambing yang dijual di warung tenda jarak sekitar 20 meter dari rumah. Meskipun masih pilih - pilih bagian daging yang akan dimakan dari sop tersebut, tapi sekarang aku justru mencari kuah sop kambing yang kaya akan rasa lada dan gurih tersebut setiap sakit kepala melanda. 


Teruntuk aku yang dahulu pemilih dalam makanan dan susah temuin rasa yang cocok di lidah, memang benar banget ajaran agama Islam untuk tidak menghina makanan bagaimanapun rasanya di lidah kamu. Karena semuanya adalah bentuk anugerah dan rezeki yang sudah diberikan ke kita. Dan ga ada yang tau kan suatu hari nanti malah jadi makanan kesukaan kita sendiri :) 

Jadi, apa kalian juga pernah mengalami seperti yang aku alami?

Comments